Rabu, 25 Februari 2009

Prof. Yusril Ihza Mahendra Pesimistis Jadi Capres


JAKARTA (SINDO) - Akibat putusan Mahkamah Konstitusi (MK),Ketua Majelis Syura Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra pesimistis maju sebagai calon presiden.

"Kami tidak bisa ngotot pakai hitungan matematika. Tapi soal rencana lain, nanti dibahas," ungkap mantan Menteri Sekretaris Negara ini kepada SINDO di Jakarta tadi malam.

Ketidaksiapan Yusril maju sebagai capres tersebut dipicu keputusan MK yang menolak pengajuan uji materi UU 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, terkait syarat pengajuan pasangancapres- cawapresolehpartai politik (parpol) atau gabungan parpol sebanyak 20% perolehan kursi DPR atau 25% perolehan suara nasional berdasarkan hasil Pemilu Legislatif.

Dengan putusan MK tersebut, menurut dia, semua capres harus menunggu perkembangan politik yang akan terjadi. Salah satunya dengan menanti hasil perolehan suara Pemilu Legislatif 9 April mendatang. "Semua kandidat,termasuk SBY,sedang pusing untuk mendapat dukungan syarat capres itu," imbuh Yusril yang pada 16 Juli 2008 dicalonkan sebagai presiden dalam musyawarah kerja nasional (Mukernas) PBB.

Terkait kemungkinan mengubah keputusan pencalonannya, Yusril mengakui hal itu sangat mungkin terjadi. Namun,belum ada putusan resmi partainya untuk tidak mencalonkan dirinya sebagai capres.Dia juga mengakui bahwa rencana awal PBB memang mengusung dirinya sebagai capres.Namun, bagi dia,fakta di lapangan berubah setelah putusan MK menolak uji materi UU Pilpres yang diajukan DPP PBB.

Sebelumnya Ketua Umum DPP PBB Malam Sambat Kaban mengatakan, pencalonan Yusril dari PBB bisa ditinjau kembali dalam Mukernas PBB setelah pemilu legislatif. Meski demikian,dia masih mengakui Yusril sebagai calon internal PBB karena sudah diputuskan dalam Mukernas.

Namun, syarat dukungan capres berdasarkan UU Pilpres mengharuskan parpol atau gabungan parpol memperoleh dukungan 20% jumlah kursi DPR.Dalam Mukernas mendatang, PBB akan memutuskan dukungan politiknya kepada salah satu capres yang diusung partai lain. Menurut Wakil Sekjen DPP PBB Jurhum Lantong, partainya lebih cenderung memilih SBY pada Pilpres mendatang.

Hal ini juga menunjukkan bahwa antara SBY dan Yusril masih terjalin hubungan yang harmonis. "Kami cenderung memilih SBY dibanding JK (Jusuf Kalla), tapi bukan berarti secara resmi kami sudah mendukung SBY," ujar Jurhum di Jakarta kemarin.

Pernyataan Jurhum disampaikan seusai mengikuti pertemuan tertutup antara Majelis Syura (MS) PBB dengan jajaran DPP PBB di sela acara lokakarya nasional "Membangun Bangsa yang Demokratis dan Bermartabat melalui Pemilu 2009" di Hotel Sahid Jaya.Pertemuan itu terjadi sekitar pukul 14.30 dan berdurasi 30 menit. Hadir antara lain Ketua Majelis Syura PBB Yusril Ihza Mahendra, Jurhum yang juga merupakan Sekretaris MS PBB, Sekjen DPP PBB Sahar L Hassan,dan Wakil Ketua Umum DPP PBB Hamdan Zoelva.

Jurhum menyatakan, isu capres menjadi hal yang krusial dibicarakan oleh partainya. Maka itu,pertemuan tertutup itu juga membicarakan beberapa nama calon seperti SBY, Megawati Soekarnoputri, Kalla,Prabowo Subianto, dan capres lain. "Tapi kami belum mengerucutkan siapa yang akan kami dukung.Soal kecenderungan kepada SBY, tentu kami melihat dinamikanya juga," paparnya.

Diketahui, PBB memiliki tiga skenario untuk pencalonan presiden,yakni mengusulkan Yusril sebagai capres. Namun,jika syarat dukungan tidak bisa terpenuhi, maka PBB akan menurunkan posisi tawarnya dengan menjadi cawapres.

Sekjen DPP PBB Sahar L Hassan menambahkan, dalam pertemuan tertutup tadi malam, pembicaraan mengenai Pilpres 2009 memang cukup hangat.Namun,skenario lain selain pencalonan Yusril belum final diputuskan. "Tapi kalau suara PBB kurang signifikan, mungkin plan B bisa terjadi," ungkap Sahar.

Sindo | Wednesday, 25 February 2009 http://www.berpolitik.com/news.pl?n_id=20003&c_id=6&param=nLJ7JqYmhlhuyO0Qv6UC

Tidak ada komentar:

Salurkan Aspirasi Politik Anda, Mari Bergabung bersama Kami Partai Bulan Bintang

Permendagri No 24 Tahun 2009 Ttg Pedoman Cara Perhitungan Bantuan Kauangan Parpol Dlm APBD